Kapolri Jenderal Tito Karnavian berpendapat, pemblokiran Telegram yang dilakukan Kemkominfo sudah tepat.
Menurut Tito, Telegram telah digunakan oleh para pelaku bom Thamrin, Kampung Melayu dan Bandung, sebelum melancarkan aksinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tito mengatakan, Telegram memiliki fitur unggulan yang tak dimiliki aplikasi lainnya.
Jenderal bintang empat itu menyebut, pihaknya menjadi salah satu institusi yang meminta Kemenkominfo melakukan tindakan terhadap Telegram yang salah satunya menutup situs tersebut.
Menurut dia, pasca-penutupan ini, jajarannya langsung memantau, apakah kelompok teroris ini bakal menggunakan saluran komunikasi yang lain.
"Kami juga ingin liat dampaknya. Saya kira, ini akan terus dievaluasi," ujarnya.
Adapun ke-11 DNS yang diblokir, yakni t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan flora-1.web.telegram.org.
Dampak terhadap pemblokiran ini adalah tidak bisa diaksesnya layanan Telegram versi web atau tidak bisa diakses melalui komputer.
"Saat ini, kami juga sedang menyiapkan proses penutupan aplikasi Telegram secara menyeluruh di Indonesia apabila Telegram tidak menyiapkan Standard Operating Procedure (SOP) penanganan konten-konten yang melanggar hukum dalam aplikasi mereka," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel A Pangerapan dalam siaran persnya, Jumat (14/7).