logo CNN Indonesia

Djarot Sambut Sampah Plastik untuk Aspal

, CNN Indonesia
Djarot Sambut Sampah Plastik untuk Aspal Sampah plastik di DKI akan didaur ulang untuk bisa digunakan kembali misalnya sebagai aspal. (CNN Indonesia/Eky Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyambut positif rencana pemerintah pusat untuk mengembangkan sampah plastik menjadi bahan utama pembuat aspal.

Sebagai salah satu kota penyumbang sampah terbesar di Indonesia, hal ini, kata Djarot, nantinya dapat bersinergi dengan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pembangunan sistem pengolahan sampah intermediate treatment facility (ITF).

"Kita punya banyak sampah plastik. Saat kemarin rapat pembangunan ITF saya sampaikan, sisa pembakarannya itu tetap bisa digunakan. Apakah untuk paving block atau untuk campuran bangunan jalan (aspal). Sehingga semua sampah warga bisa kita manfaatkan betul," kata Djarot, di Balai Kota DKI Jakarta, pada Senin (17/7).

Pemprov DKI berencana melakukan peletakan batu pertama pembangunan ITF di Sunter, Jakarta Utara, pada Agustus 2017 mendatang. Setelah pembangunannya sempat tertunda hingga empat tahun.
Menurut Djarot, pembangunan ITF Sunter tidak akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI, melainkan dengan sistem build operate own (BOO) yang dijalankan oleh PT Jakarta Propertindo selaku penanggung-jawab.

Nantinya, semua akan diserahkan ke swasta, termasuk investasi, pembangunan dan Pemerintah DKI Jakarta hanya memasok sampah dan tipping fee per hari.

Djarot menargetkan, ITF Sunter dapat mengolah hingga 2.500 ton sampah per hari.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan Kota Bekasi akan menjadi lokasi percobaan dari pengembangan sampah plastik menjadi jalan tersebut.
Pemda DKI Jakarta berencama membangun (CNN Indonesia/Eki Wahyudi)Pemda DKI Jakarta berencama membangun intermediate treatment facility (CNN Indonesia/Eki Wahyudi)
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengatasi produksi sampah plastik di Indonesia. Terlebih, Indonesia diklaim sebagai negara kedua terbesar dunia yang menghasilkan sampah plastik yang mengalir ke laut.
        
Basuki mengatakan sampah plastik berupa kantong plastik yang jarang dipakailah yang akan dicoba untuk menjadi bahan campuran aspal untuk membangun jalan.

"Di India sudah mulai dilaksanakan dan kualitasnya bagus. Kita akan coba, nanti Balitbang (Balai Penelitian dan Pengembangan) KemenPUPR bisa monitor kualitasnya," ujarnya, seperti dikutip dari Antara. 
        
Ia menuturkan, biaya yang diperlukan untuk membiayai proyek tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar per 1 kilometer dengan campuran plastik maksimal 10 persen.
        
Kemenko Kemaritiman, menurut Basuki, juga akan melakukan proyek percontohan jalan aspal plastik di Bali tahun ini dengan mengimplementasi teknologi yang digunakan India. (yns)

0 Komentar
Terpopuler
CNN Video