Djarot Pilih Nama Simpang Susun Semanggi Sesuai Konsep Awal

Filani Olyvia , CNN Indonesia | Senin, 17/07/2017 22:38 WIB
Djarot Pilih Nama Simpang Susun Semanggi Sesuai Konsep Awal Gubernur Djarot Saiful Hidayat mengumumkan pemilihan nama untuk proyek simpang susun Semanggi. (Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat akhirnya telah memilih nama untuk jalan layang lingkar di kawasan Semanggi yang rencananya akan diresmikan pada 17 Agustus 2017 mendatang.

Sebelumnya, Djarot mengaku memperoleh dua usulan nama, yakni Simpang Susun Semanggi dan Simpang Baja Semanggi. Usulan ini yang kemudian dibawa ke rapat pimpinan Pemerintah Provinsi DKI hari ini.

Nama yang akhirnya dipilih, kata Djarot, sesuai dengan konsep awal yang pernah diajukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Kami sepakat kalau namanya Simpang Susun Semanggi saja. Tetap seperti konsep awal yang disampaikan Pak Basuki waktu itu," kata Djarot, di Balai Kota DKI Jakarta, pada Senin (17/7).

Setelah hari ini, Djarot perlu membuat surat keputusan gubernur terkait pemilihan nama Simpang Susun Semanggi. Surat keputusan tersebut, kata Djarot, yang nantinya menjadi dasar Pemprov DKI untuk berkirim surat dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

"Saat ini memang masih diproses (SK). Tapi, SK ini harus keluar sebelum (uji coba) open traffic pada 29 Juli 2017 nanti. Karena SK ini yang jadi dasar kami untuk berkirim surat kepada presiden untuk grand launching," jelasnya.

Terkait rencana uji coba open traffic yang rencananya bakal segera dilakukan pada 29 Juli mendatang, Djarot mengaku telah memberi arahan kepada Dinas Bina Marga untuk memaksimalkan pengerjaan tahap akhir dalam kurun waktu kurang dari dua minggu ini.

"Seperti membuat rambu-rambu ‎lalu lintasnya, termasuk juga marka jalan dan pencahayaan. Biar waktu soft launching (uji coba) open traffic sudah bisa kita lihat langsung semuanya," ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faizal mengatakan tahap akhir dari konstruksi Simpang Susun Semanggi terkait pemasangan marka jalan dan penerangan telah dilakukan. Pengerjaan sudah mencapai 95 persen.

"Tinggal tes menyalakan lampunya saja yang agak krusial. Kalau pemasangan marka dan rambu itu, dua atau tiha hari lagi juga selesai," kata Yusmada.

Selain itu pihaknya juga telah mulai mengembalikan fungsi awal taman kota yang berada di bawah Simpang Susun Semanggi. Taman tersebut sempat dibongkar untuk pemasangan beton konstruksi Simpang Susun Semanggi.

Secara keseluruhan, soft lauching pada 29 Juli 2017 nanti, kata Yusmada, akan menjadi bahan evaluasi Pemprov DKI terkait perubahan perilaku pengendara kendaraan roda empat dari arah Blok M menuju Bundaran Hotel Indonesia.

"Biasanya kan kalau mau ke HI harus berputar dulu lewat kolong, sekarang langsung shortcut lewat jembatan. Kami mau lihat perubahan perilaku pengguna jalan ini. Sekaligus pembenahan terhadap lingkungan sekitarnya," ujarnya.

Adapun uji coba kelayakan beban Simpang Susun Semanggi sudah berlangsung beberapa hari lalu, dengan menempatkan belasan truk yang terisi penuh dengan pasir.

Uji coba kelayakan beban dilakukan dengan menggunakan 18 truk dengan beban rata-rata 30 ton pada setiap truk.

Sebanyak 16 truk digunakan untuk uji coba statis dan 2 truk digunakan untuk uji dinamis.