Komisi Pemberantasan Korupsi tak khawatir bila tersangka kasus korupsi KTP Elektronik (e-KTP) Setya Novanto mengajukan gugatan praperadilan. Lembaga antirasuah siap meladeninya.
"Nanti kami lihat saja, praperadilan kan belum diajukan. Kalau diajukan nanti kami hadapi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (18/7).
Febri menyatakan, seorang tersangka memiliki hak untuk mengajukan praperadilan. Menurut dia, sama seperti gugatan praperadilan yang pernah diajukan tersangka lainnya, KPK juga siap untuk menghadapi Setnov.
Setnov sebelumnya memberikan sinyal bakal mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan tersangka dirinya. Namun gugatan yang bakal dilayangkan Ketua Umum Partai Golkar itu masih menunggu surat penetapan tersangka dari KPK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KPK menetapkanKetua Dewan Perwakilan Rakyat itu sebagai tersangka keempat dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP di Kementerian Dalam Negeri. Ia dijerat dalam kapasitasnya sebagai Ketua Fraksi Golkar, ketika proyek ini dalam pembahasan di DPR.
Setnov disangka melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.