"Ustad Sambo karena satu hal mengundurkan diri dari presidium alumni 212, maka untuk mengisi kekosongan pada hari Senin jam 20.00 -22.00 di Tebet [Jakarta Selatan], pimpinan ormas dan ulama bermusyawarah dan menghasilkan keputusan sesuai yang beredar," ujar Slamet lewat pesan aplikasi kepada CNNIndonesia.com, Rabu (18/7).
Pesan dari Slamet itu mengonfirmasi struktur presidum alumni 212 yang telah beredar sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggantian kepemimpinan itu sendiri terjadi beberapa waktu setelah ada aksi membela Hary Tanoesodibjo. Pada 14 Juli lalu Sambo memimpin kelompok PA 212 mendatangi Komnas Ham untuk melaporkan aduan dugaan kriminalisasi terhadap Hary Tanoe. Kala itu, Sambo mengatakan sebetulnya tak hanya Hary Tanoe saja yang dibela.
"Enggak harus HT sebenarnya. Kebetulan ada yang kasih tahu kita, bilang ke kita, 'Tolong dong HT (Hary Tanoesoedibjo) dibantu, kan dia banyak bantu berita kita juga'. Ada yang sampai ke saya. Ya sudah nanti kita bantu," kata Sambo di kantor Komnas HAM, Jumat (14/7).
Belakangan, pada awal pekan ini muncul kabar bahwa pemimpin FPI, Rizieq Shihab, menegur presidium alumni 212 karena membela Hary Tanoe. Kuasa hukum Rizieq, Sugito Atmo Prawiro mengatakan teguran itu disampaikan lewat bentuk surat.
"Sepertinya momen itu dimanfaatkan untuk hal berbeda. Ini yang bikin kecewa Habib Rizieq," tutur Sugito.
Sugito mengatakan tidak menuduh Presidium Alumni 212 main mata dengan Hary. Yang jelas, kata Sugito, kendali perjuangan masih dibawah Gerakan Nasional Pembela Fatwa Ulama Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI).
Sementara itu, Slamet enggan pelengseran Sambo dari ketua presidium disebut sebagai bagian dari teguran pimpinan FPI tersebut.
"Dalam presidium, pergantian ketua hal yang biasa," katanya singkat.
"Beliau [Rizieq Shihab] menasihati dan mengingatkan arah perjuangan bela Islam saja," sambung Slamet terkait surat teguran dari Rizieq.