Kerja hakim konstitusi tahun 2017 pun, menurut Arief diprediksi akan semakin berat.
"MK sekarang jadi lembaga yang menarik dan sensual, salah satu wartawan pernah berkata kepada saya sekarang semua ujungnya di MK. Kemarin baru ada Perppu, sebentar lagi UU Pemilu yang baru ke sini. MK sangat seksi sehingga perhatian ke MK," kata Arief saat sambutan acara halal bihalal di MK, Jakarta Pusat, Selasa (20/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini, Arief memprediksi kerja hakim konstitusi akan lebih berat dibandingkan 2016. Tahun lalu, MK biasa menggelar sidang dengan rata-rata dua kali dalam satu minggu.
"Sekarang aduan perkara yang masuk sudah 76, kalau sampai akhir tahun 100 lebih. Persidangan kita gelar dari Senin sampai Kamis. Hari Jumat kita isi dengan belajar dan cari referensi untuk putusan," kata Arief.
Dikatakan Arief, aduan pada tahun 2016 masih sisa 20. Ia dan ditargetkan selesai pada Agustus atau September.
Dalam Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) mereka memberi masukan satu sama lain untuk kebaikan MK.
Ia tak ingin ada hakim yang terlibat kasus seperti Patrialis Akbar yang diduga menerima suap dari pengusaha impor daging sapi.
Lihat juga:Organisasi Advokat Gugat Perppu Ormas ke MK |
"Dalam kasus Patrialis Akbar kami merasa aneh, tapi hanya bisa kami simpan dalam hati. Kita enggak bisa bayangkan sampai sedemikian kasus itu," katanya.
Sebab itu, menurut Arief, setiap hakim MK sepakat saling tegur dan mengingatkan. "Kami sepakat enggak boleh sakit hati karena untuk kepentingan bersama," kata Arief.
Arief menjelaskan, menjadi hakim kontitusi bukan merupakan pekerjaan mudah.
Hakim harus bekerja dan berpikir keras untuk memberikan keputusan terbaik.
Ia sempat bercanda bahwa usia memang tidak bisa berbohong ketika seseorang banyak bekerja.
"Sebelum masuk MK kacamata saya plus setengah, sekarang menjadi plus dua setengah. Dulu waktu saya jadi dosen rambut saya masih banyak, masuk MK hilang setengah, jadi ketua MK ngeblas (botak)," kata Arief sambil tertawa.