"Saya ingin hari ini selesai walaupun sampai besok pagi. Harus diselesaikan sekarang," kata Taufiqulhadi di sela forum lobi rapat paripurna, Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/7).
Menurutnya, jika ditunda sampai Senin atau Selasa pekan depan, masih ada agenda yang harus diselesaikan. Seperti halnya pansus angket KPK yang harus ditunda karena rapat paripurna yang berlarut-larut.
Anggota Komisi III ini mengelak jika partainya dan koalisi pendukung pemerintah memaksakan pengambilan keputusan diambil melalui pemungutan suara atau voting.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taufiqulhadi mengatakan, perdebatan saat ini masih mengenai ambang batas presiden 20/25 dan nol persen serta metode konversi suara disebutnya akan berujung.
"Ketika melihat posisi seperti itu kan mereka akan mengatakan, minggu depan. Itu akan bergulir. Apa bedanya kalau kita putuskan sekarang dan Senin?" ucapnya.
Sebelumnya, empat fraksi yaitu Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN disebut mengusulkan penundaan pengambilan keputusan RUU Pemilu dalam rapat paripurna malam ini.
Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengklaim, penundaan keputusan hanya berlaku terhadap dua isu yaitu ambang batas presiden dan metode konversi suara. Tiga isu lainnya diusulkan diputus malam ini.
Ketiga isu yang diklaim bakal diputuskan malam ini adalah sistem pemilu terbuka, ambang batas parlemen sebesar 4 persen dan alokasi kursi per daerah pemilihan 3-10.