Fahri menyebut Jokowi menyetir ambang batas presiden karena hal itu merupakan syarat bagi seseorang untuk maju sebagai calon presiden.
Indikasi lain dari campur tangan Jokowi adalah panasnya perdebatan soal ambang batas dibanding empat isu penting lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahri kemudian membandingkan Jokowi dengan sosok Prabowo Subianto yang menjabat ketua umum dan ketua dewan pembina Partai Gerindra. Menurut Fahri, Jokowi yang bukan ketua umum bisa saja ditinggalkan partai.
Saat pembahasan RUU Pemilu, Fahri secara pribadi memilih opsi B dengan ambang batas presiden nol persen. Ia setuju dengan ketiadaan ambang batas lantaran pemilu 2019 digelar secara engan pemilu serentak.
"Jadi kalau kemudian di tingkat bawah atau masyarakat untuk judicial review (JR) itu pasti terjadi. Saya punya perasaan bahwa itu bisa menang, karena konsep threshold ini bertentangan dengan prinsip persyaratan atau prinsip pemilihan presiden maupun wapres secara langsung," kata Fahri.
Sebagai konsekuensi, Wakil Ketua DPR Fadli Zon selaku pimpinan menyerahkan palu sidang kepada Ketua DPR Setya Novanto untuk melanjutkan jalannya sidang. Sebanyak 332 anggota dari faksi PDIP, Golkar, PKB, PPP, Nasdem dan Hanura menyetujui opsi A.
Adapun opsi paket A terdiri dari ambang batas presiden 20/25 persen, ambang batas parlemen 4 persen, sistem pemilu terbuka, alokasi kursi per dapil 3-10, dan metode konversi suara sainte lague murni.