"Barang (anggaran untuk pramuka) ini masih ada, hanya ditunda saja pencairannya. Uangnya ada kok 10 miliar itu," kata Plt Deputi II Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora, Jonni Mardizal, Selasa (25/7).
Jonni menegaskan pencairan dana akan dilakukan setelah Adhyaksa memberikan klarifikasi terkait dugaan keterlibatan dalam HTI yang pekan lalu dicabut status badan hukumnya oleh Kementerian Hukum dan HAM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino |
Sementara itu, pada Selasa (25/7), Adhyaksa mengatakan telah mengirim surat kepada Menpora sebagai klarifikasi terkait dugaan keterlibatannya di organisasi HTI.
Lihat juga:Menpora Akan Panggil Adhyaksa Dault soal HTI |
"Sudah sejak tiga minggu lalu saya kirim, jadi untuk apa lagi saya klarifikasi," kata Adhyaksa saat dihubungi CNNIndonesia.com.
Adhyaksa juga menyayangkan pernyataan Menpora terkait pembekuan anggaran Pramuka yang mencapai Rp10 miliar. Dia tak ingin Pramuka jadi korban.
"Paling tidak beritahu kami dulu ada apa, kok tiba-tiba bilang begitu, bekukan anggaran pramuka. Jangan korbankan pramuka. Ini cuma Rp10 miliar, dulu itu Rp45 miliar, ini cuma Rp10 miliar kok ditahan-tahan," ucap Adhyaksa.
Optimis Anggaran Turun
Sementara itu pihak Kwatir Nasional (Kwarnas) Pramuka optimistis anggaran rutin untuk tahun 2017 akan turun.
Menurut Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka bidang Kominfo, Hariqo Wibawa Satria, dana tersebut sebenarnya bukan dibekukan, hanya ditunda saja.
"Rasanya pasti itu (anggaran) turun," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (25/7).
Riqo menyebut anggaran rutin tersebut akan digunakan oleh Kwarnas Pramuka untuk melakukan pendidikan pelatih, pembinaan pelatih, kegiatan pengabdian masyarakat, bakti lingkungan, dan lainnya.
Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino