"Gerindra tidak mau ikut dalam sesuatu yang melawan akal sehat dan logika. Presidential treshold 20 persen menurut kami adalah lelucon politik yang menipu rakyat Indonesia," kata Prabowo di Cikeas, Bogor, Kamis (27/7).
Dia mengatakan, ada upaya mengurangi kualitas demokrasi melalui pengesahan UU Pemilu. Menurut Prabowo, hal itu menunjukkan cara yang tidak sehat dan menyakiti kemampuan berpikir masyarakat Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak ikut bertanggung jawab karena kami tidak mau ditertawakan sejarah," kata Prabowo.
Prabowo khawatir demokrasi di Indonesia rusak karena UU Pemilu yang baru disahkan lalu. Dia akan mengawal demokrasi ke depan.
"Jadi lahir dari kecemawasan itu kami khawatir demokrasi kita ke depan bisa dirusak," katanya.