Adapun nilai KLB PT Mitra Panca Persada kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sebagai kompensasi saat meninggikan gedung Wisma Sudirman dari 17 lantai menjadi 60 lantai, mencapai Rp579 miliar.
"Perencanaan awal kami, membangun Simpang Susun Semanggi memang memakan biaya sekitar Rp500 miliar. Setelah dihitung ulang, ternyata hanya Rp360 miliar. Artinya, kami punya banyak sisa untuk memperbaiki trotoar dan ducting (saluran utilitas)," kata Djarot, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (28/7).
Sisa nilai KLB pembangunan Simpang Susun Semanggi, yang mencapai Rp219 miliar itu akan digunakan untuk membangun pedestrian di kawasan Jalan Sudirman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah sampaikan kepada Sekretaris Daerah, dan surat perjanjian kerjasamanya (antara Pemprov DKI dan PT Mitra Panca Persada) sudah ditandatangani," ucap Djarot.
Lihat juga:Uji Coba Simpang Susun Semanggi Jumat Sore |
Pembangunan jalur pedestrian atau trotoar, serta saluran utilitas ini ditargetkan selesai sebelum pelaksanaan Asian Games 2018.
Peresmiannya akan dilakukan pada 17 Agustus 2017 bertepatan dengan HUT RI ke-72. Acara itu rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
Sementara malam ini, Pemprov DKI akan melakukan uji coba open traffic untuk pertama kalinya, setelah dinyatakan lulus uji kelaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.