Rencana ini dilakukan setelah partai pimpinan Prabowo Subianto itu bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pekan lalu.
"Kami di Gerindra akan segera silaturahmi dengan PKS lagi dengan PAN, mungkin dengan partai-partai lain," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di Gedung DPR, Jakarta, Senin (31/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira komunikasi politik terus terjadlin dan kedepan kita harap lebih intens lagi," ujarnya.
Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS sepakat berbeda sikap dengan partai koalisi pemerintah dalam hal angka ambang batas presiden. Keempat partai ini menginginkan ambang batas presiden ditetapkan sebesar nol persen.
"Karena kita tau koalisi kalau cepat tidak bagus, terlalu lama belum tentu efektif. Apalagi koalisi kadang-kadang fluid," katanya.
Seusai bertemu dengan Ketua Umum Partai Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Prabowo Subianto membeberkan alasan Gerindra 'walk out' dalam pengesahan UU Penyelenggaraan Pemilu yang baru.
Ia merasa, Gerindra akan ditertawakan sejarah jika mendukung UU tersebut.
Prabowo mengatakan, UU Pemilu yang baru telah melunturkan kualitas demokrasi yang saat ini masih berusaha dibangun dan dia menganggap UU Pemilu di luar nalar.