Pernyataan itu disampaikan oleh Tito setelah kepolisian menerima informasi dari saksi penting yang sempat melihat pelaku lima menit sebelum penyiraman air keras terhadap Novel.
Novel Baswedan, kepada sejumlah media, mengatakan terduga penyiram air keras ialah seorang satpam. Informasi ini didapat dari seorang anggota detasemen khusus (Densus).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terduga pelaku ini 167-170 cm. Lestaluhu 157 cm. Jadi bukan profil itu. Saksi di TKP yang sudah BAP juga mengatakan bukan dia (Lestaluhu)," ujar Tito di Kantor Presiden, Senin (31/7).
Tito menyebut foto itu langsung ditunjukkan kepada saksi-saksi TKP. Para saksi mengaku pernah melihat Lestaluhu tetapi tidak saat penyiraman air keras.
"Kemudian, ini sampai informasinya ke saudara Novel, persepsi berubah jadi itulah pelakunya," kata mantan Kapolda Metro Jaya ini.
Terlepas dari perbedaan informasi tersebut, Tito menyatakan jajarannya terbuka apabila tim KPK nantinya mengecek ulang atau memverifikasi data-data terakhir yang dimiliki kepolisian.