"Saya tidak mendengar itu dibatasi seminggu, dua minggu. Tidak memakai ukuran itu. Bahasa yang dipakai presiden itu secepatnya," ujar Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (1/8).
Berdasarkan informasi saksi penting, kepolisian kini mendapatkan sketsa terduga salah satu pelaku penyiraman. Terduga pelaku berbeda dengan orang-orang yang telah diamankan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sketsa terduga pelaku itu, Johan berpendapat penanganan perkara ini terus berkembang dan tidak jalan di tempat.
Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017, usai melaksanakan salat Subuh di masjid dekat rumahnya di Jakarta Utara .
Akibat siraman air keras itu Novel mengalami luka parah pada kedua matanya dan hingga kini dia masih menjalani perawatan di Singapura.
Polisi telah memeriksa sejumlah orang yang dicurigai sebagai pelaku teror,namun sampai saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. (wis)