Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berkata, penyaluran dana desa sejak 2015 pasti berdampak pada banyaknya infrastuktur yang berdiri. Namun, hal itu belum tentu sejalan dengan bergeraknya pertumbuhan ekonomi warga desa.
"Secara fisik (pertumbuhan) pasti ada, tapi kan ada fokus-fokus. Tidak mungkin satu kali anggaran bisa menyeluruh. Mana fokus tahun pertama, kedua, ketiga, teknis mulai (pembentukan) BUMDes, koperasinya, seluruh program prioritas itu adalah kewenangan Kementerian Desa," ujar Tjahjo di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (3/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyaluran dana desa tahun ini memakan dana Rp60 triliun. Jumlah tersebut hendak dinaikkan dua kali lipat pada tahun anggaran 2018.
Mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu juga ingin ada keterlibatan anak muda dalam mengelola dana desa di wilayah masing-masing. Menurutnya, kemampuan penduduk usia muda memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dapat membawa dampak positif bagi desanya.
"Pendamping desa ya unsur kecamatan, mengkoordinir agar ada konektivitas antar desa, jangan sampai desa nelayan dan pegunungan disamakan pola dan konsepnya," katanya.