BNN Sebut Kerja Sama Sosialisasi Pencegahan Narkoba Mandek

Muhammad Andika Putra , CNN Indonesia | Jumat, 04/08/2017 22:04 WIB
BNN Sebut Kerja Sama Sosialisasi Pencegahan Narkoba Mandek Ilustrasi Perang Melawan Narkoba. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Narkotika Nasional (BNN) mengakui sosialisasi pencegahan narkoba belum maksimal. Berbagai sosialisasi ditingkat provinsi dan kabupaten/kota sudah dilakukan namun ada kendala yang sampai saat ini belum terselesaikan.

Salah satunya adalah kerja sama dengan institusi atau pihak lain yang terkesan mandek. Humas BNN, Kombes Sulistiandriatmoko mencontohkan kerja sama yang tak berjalan baik itu di antaranya dengan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Mereka tidak buat program dan diam saja. BNN pernah susun modul bahaya narkoba untuk TK sampai SMA, sampai sekarang tidak ada follow up nyata. BNN pernah buat silabus dakwah bahaya narkoba untuk dakwah, sampai sekarang langkah dari kementerian agama belum kelihatan," kata Sulis saat ditemui CNNIndonesia.com di kantor BNN, Jakarta Timur, Jum'at (4/8).

Sulis mengatakan upaya kerja sama dengan artis pun sudah dilakukan pihaknya. Pada awal Mei 2017 lalu Kepala BNN, Komisaris Jenderal Budi Waseso pernah menggelar dialog interatif dengan para artis untuk sosialisasi pencegahan narkoba. Saat itu Buwas, sapaan akrab Budi waseso, mengingatkan bahwa artis merupakan sasaran empuk bandar narkoba.

Sulis menjelaskan tidak semua respon artis tersebut baik. Ada yang cuek dan ada yang merasa tidak diawasi penegak hukum.

Belakangan polisi menangkap artis yang diduga pengguna Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza). Seperti Axel Matthew Thomas, Pretty Asmara, dan yang terakhir pasangan artis Tora Sudiro dan Mike Amalia.

Sulis memandang seharusnya penangkapan itu membuat kalangan artis semakin waspada. Jangan malah berpikir kalau polisi mencari populartias karena menangkap artis.

"Kalau meraka belum sadar dan peduli, polisi akan shock therapy terus. Dengan menangkap polisi itu kan memberikan pelajaran," kata Sulis.

BNN Sebut Kerja Sama Sosialisasi Pencegahan Narkoba MandekSulistiandriatmoko. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)
Keterbatasan BNN

Terlepas dari jalannya kerja sama yang tak baik, Sulis mengatakan BNN memiliki keterbatasan, terutama untuk melakukan sosialisasi

"Masih banyak keterbatasan pada BNN, baik dari sisi jumlah sumber daya manusia, anggaran, sarana dan prasarana. Sehingga tidak mampu menjangkau keseluruhan," kata Sulis.

Sulis menjelaskan idealnya BNN harus memiliki personel sebanyak 74 ribu. Namun, saat ini hanya ada sekitar 4.700 personel dan 1.000 personel di antaranya bertugas untuk sosialisasi pencegahan.

Kemudian setiap tahun institusinya mendapat anggaran sebesar Rp1,3 triliun yang dibagikan untuk BNN tingkat nasional dan kabupaten/kota. Ia mengatakan jumlah itu masih dirasa sedikit ketika dibandingkan lembaga negeri lain yang hanya berkantor di Jakarta saja. Sulis pun membandingkan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) yang mendapat anggaran Rp900 miliar per tahun.

"Memberikan pemahaman pada masyarakat mengenai pencegahan narkoba memang tidak membutuhkan uang? Diatas kertas, BNN tidak bisa buat apa-apa kalau dihadapkan dengan tantangan itu, hanya semangat saja," kata Sulis.