Kata pria yang karib disapa Cak Imin itu, kebijakan full day school tidak lebih baik dibanding kebijakan yang dikeluarkan pemerintah kolonial Belanda di masa lalu.
Hal itu diutarakan Cak Imin saat memberi sambutan dalam acara Halaqoh Kebangsaan bertajuk Peran Strategis Madrasah Diniyah dalam Membangun Karakter Bangsa yang diinisiasi PKB di Hotel Acacia, Jakarta, Senin (7/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produk budaya yang dia maksud, yakni madrasah diniyah, yang mana dinilai bakal terberangus dengan adanya full day school.
Lihat juga:PKB Imbau Pengikut HTI Tak Dimusuhi |
"Snouck Hurgronje ditugasi menganalisis, jangan sampai kebijakan Belanda itu tidak produktif bagi apa yang menjadi tujuan mereka," lanjut Cak Imin.
Meski begitu, Cak Imin yakin Presiden Joko Widodo mendengarkan keluhannya. Apalagi Cak Imin juga mengklaim, dirinya sudah bertemu tiga kali dengan Jokowi untuk menyampaikan keluhannya ini.
Menurut Cak Imin, Jokowi sangat paham bahwa pembangunan, khususnya pembangunan karakter, perlu melibatkan masyarakat secara aktif. Bukan malah memberangus budaya masyarakat yang telah mengakar berabad-abad lamanya.
Lihat juga:PKB Jagokan Cak Imin Jadi Cawapres di 2019 |
"Kalau kebijakan dan strategisnya salah, justru akan sangat berdampak kepada apa yang menjadi tujuan niat baik. Pemerintah seharusnya mendukung memodernisasi, memodifikasi yang sebaik-baiknya kepada guru diniyah kita," lanjutnya.