Rindoko mengaku dicecar penyidik KPK soal sosok Setnov dalam proyek yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun itu. Rindoko mengaku mengenal Setnov, yang juga Ketua Umum Partai Golkar.
Menurut politikus Partai Gerindra, siapa yang tak kenal Setnov, saat duduk sebagai anggota dewan.
"(Ditanya) kenal tidak? Ya, kenal, kenal semua orang kenal, siapa yang tidak kenal (Setya Novanto) ya," tutur Rindoko di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (8/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Ditanya juga) pernah ketemu? Tidak pernahlah, tidak ada urusan sama dia (SN). Kami hanya sebagai anggota biasa," ujarnya.
Namun Rindoko mengklaim tak mengetahui bagi-bagi uang tersebut. Dia juga membantah telah menerima uang proyek e-KTP.
Rindoko mengatakan saat proyek e-KTP dibahas dan bergulir pada 2009-2012, dirinya duduk di Komisi III. Dia menyebut baru pindah ke Komisi II, setelah proyek senilai Rp5,9 triliun itu rampung.
"Tidak tahu (bagi-bagi uang), karena 2013 proses itu sudah selesai semua dan saya tidak paham tentang e-KTP. Tapi sebagai warga negara yang baik saya diminta datang sebagai saksi, saya hadir," kata Rindoko.
KPK diketahui terus melengkapi berkas pemeriksaan Setnov, pasca ditetapkan sebagai tersangka kelima dalam kasus e-KTP. Sudah puluhan saksi diperiksa untuk Ketua Umum Golkar tersebut.
Setnov sendiri sudah dicegah berpergian ke luar negeri untuk enam bulan ke depan dalam kasus ini. Meski telah berstatus tersangka, Setnov belum diperiksa sampai saat ini. (pmg/gil)