Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menyatakan pihaknya telah menerima informasi rencana aksi teror tersebut melalui media sosial. Informasi itu menyebutkan serangan teror akan dilakukan dengan menggunakan bom, senjata tajam, atau kendaraan bermotor.
"Sudah beberapa kali muncul di media sosial bahwa mereka akan menyerang dengan bom, kalau punya bom. Kalau tidak punya bom, pakai senjata kalau punya senjata, kalau tidak punya senjata, pakai pisau atau senjata tajam, kalau tidak punya mereka akan menabrak," kata Setyo usai menghadiri acara Wisuda Purnawira Pati Polri di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Rabu (9/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Polri sudah mengantisipasi. Kami juga punya alat untuk mengantisipasi manakala ada mobil-mobil yang akan nyelonong-nyelonong. Kami ada alat untuk menghambat itu," kata jenderal polisi bintang dua itu.
Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri itu pun menyampaikan, sejumlah lokasi menjadi sasaran serangan teroris, seperti tempat hiburan dan lokasi wisata.
"Masyarakat tetap waspada. Artinya jangan terlaku takut atau paranoid, tetapi juga jangan menganggap enteng sehingga menganggap enggak mungkin," ucapnya. (gil)