Meskipun, dalam pernyataan terakhirnya Arief secara tiba-tiba memuji kinerja Jokowi selama tiga tahun memimpin pemerintahan.
"Kalau ke PDIP tidak. Saya tetap Gerindra dan dukung Prabowo (Subianto) jadi calon presiden," kata Arief saat dihubungi awak media, Rabu (9/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi tenang, saya sudah siapkan strategi besar untuk bisa mengalahkan Joko Widodo di Pilpres 2019 nanti," katanya.
Meski demikian, Arief mengatakan, pujiannya ke Jokowi hanyalah memaparkan sebuah fakta.
Dia berjanji akan tetap mengkritik kebijakan Jokowi terkait ambang batas presiden di Undang-undang Penyelenggaraan Pemilu serta Perppu Ormas.
Arief juga mengklaim langkahnya memuji Jokowi tidak akan mendapat teguran dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
"Ingat, debat presiden Pak Prabowo memuji Jokowi? Prabowo berpikir untuk bangsa bukan pribadi. Jadi nggak ada masalah. Kalau ada orang Gerindra yang marah, itu yang malas kerja dan ngomong doang," ujarnya.