Tjahjo menjelaskan, pembangunan perbatasan sebelumnya sempat tidak mendapat perhatian yang optimal. Namun, ketika Presiden Joko Widodo memimpin pada 2014, perhatian mulai ditujukan pada pembangunan di wilayah-wilayah tersebut.
"Sehingga dengan dua tahun Pemerintahan Pak Jokowi, membangun perbatasan selesai. Bahkan kedepan tidak bisa pusat menangani semua, karena ini menyangkut Kabupaten dan Kecamatan. Ada koramilnya, ada asramanya termasuk pos-pos TNI," ujar Tjahjo di kantornya, Kamis (10/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Volume perdagangan kita belum optimal, lebih banyak penduduk Indonesia membeli barang-barang di sebelah," katanya.
"Tahun depan infrastruktur ekonomi sosial sudah selesai di perbatasan. Sekarang membenahi lewat Kementerian Kesehatan, pukesmasnya ditingkatkan, ada rawat inapnya, kabupatennya dibuat rumah sakit, kemudian bea cukai ada pusat karantinanya," tuturnya.
Mengacu pada program Nawa Cita, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 258 kilometer jalan di perbatasan. Jalan yang hendak dibangun akan menghubungkan wilayah perbatasan di Pos Lintas Batas Negara yang sudah dibangun.