Jokowi menuturkan, terorisme merupakan ancaman nyata seluruh negara, termasuk ASEAN. Serangan teror di Marawi menjadi sinyal negara ASEAN harus bersiap dan bekerja sama menangani terorisme.
"Marawi menjadi wake up call yang perlu direspons segera. Kita harus bersatu menggalang kerja sama dan memperkuat sinergi memerangi terorisme," kata Jokowi di ASEAN Hall, Jakarta, Jumat (11/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya yakin dengan kerjasama yang lebih erat lebih kuat, kita bersama-sama akan mampu melawan ancaman terorisme di kawasan ini," ucap mantan Wali Kota Solo ini.
Di Indonesia, Jokowi dengan tegas berulang kali mengatakan, aparat tak akan ragu menembak warga negara asing yang membawa masuk atau mengedarkan narkotika di Indonesia.
Sejak Jokowi menjabat tiga tahun lalu, belasan pengedar narkotika baik WNA dan WNI telah dieksekusi mati.
Tindakan tegas juga dilakukan Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Ia memberikan kewenangan kepada aparat menembak mati pengedar narkotika. Penembakan bahkan bisa dilakukan di jalan apabila pengedar melawan aparat.
Kelebihan ASEAN
Saat menghadiri peringatan 50 tahun ASEAN, Jokowi juga menyebutkan sejumlah kelebihan ASEAN dibandingkan yang lain. Kebersamaan dan persaudaraan ASEAN telah terbukti dalam menciptakan perdamaian, stabilitas, dan mewujudkan kesejahteraan bersama.
Hal itu tetap terjalin di tengah banyaknya konflik yang terjadi di negara-negara lain.
Kerja sama juga masih menjadi andalan negara-negara ASEAN menyelesaikan masalah terutama ekonomi, tidak hanya melakukan diplomasi megaphone seperti negara lainnya.
Berdasarkan data World Economic Forum, ekonomi Asia Tenggara kini berada menempati posisi keenam di dunia. Padahal, banyak negara sedang pesimistis dengan integrasi ekonomi.
"Inilah hasil nyata dari kebersamaan kita dalam ASEAN," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta ini.