Pernyataan Fahri itu menanggapi klaim Presiden Joko Widodo yang mengatakan tidak memiliki wajah diktator.
Menurut Fahri, otoritarianisme di sebuah negara terlihat dari kebijakan yang dikeluarkan oleh pemimpinnya, dan kebijakan itu bersifat membatasi kebebasan masyarakat untuk berekspresi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahri sepakat dengan penilaian Jokowi yang merasa tidak memiliki wajah dan postur sebagai diktator.
Menurut Fahri, kebijakan Jokowi menunjukkan ciri-ciri pemimpin otoriter.
Dalam Perppu itu, Jokowi dianggap telah meletakkan pasal-pasal yang memperbolehkan negara mengambil keputusan sepihak.
"Langkah pak Jokowi mengesahkan Perppu Ormas, saya tetap menganggap itu anasir otoriter yang perlu diwaspadai," ujar Fahri.
Fahri Hamzah menilai sikap otoriter tidak berhubungan bentuk fisik seseorang. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko) |
Hal itu dianggap perlu untuk mengkoreksi Jokowi dan mengantisipasi tumbuhnya otoritarianisme di Indonesia.
Lebih dari itu, ia juga sepakat dengan perkataan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono yang menyebut bahwa kekuasaan harus mendapat kontrol.
Lihat juga:AHY Nilai Jokowi Bukan Diktator |
Fahri Hamzah menilai sikap otoriter tidak berhubungan bentuk fisik seseorang. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)