AHY diprediksi akan mencalokan diri sebagai wakil presiden pada pemilu 2019.
Prediksi itu muncul AHY kembali melibatkan diri di panggung politik dengan mendirikan The Yudhoyono Institute, Kamis (10/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ray, keikutsertaan AHY di Pemilu 2019 bukan untuk meraih kemenangan. Namun, hanya akan memanfaatkan momentum untuk tampil di hadapan publik.
Lihat juga:Manuver Politik AHY Kala Bertemu Jokowi |
Menurutnya, jika Prabowo kembali menjadi capres di pemilu mendatang, kecil kemungkinan dirinya akan memenangkan pertarungan dengan calon lain.
Apalagi jika Jokowi memutuskan untuk kembali menjadi capres untuk periode 2019-2024.
"elektabilitas) Prabowo akan sulit naik dari angka sekitar 30 persen. Isu pertama soal masa lalunya, kedua adalah soal statusnya sebagai petahana calon itu mungkin tidak menarik bagi pemilih baru atau pemilih muda," tuturnya.
Lihat juga:AHY: Saya Merangkak dari Nol Demi Negara |
Namun, hal tersebut dapat berubah jika ia tiba-tiba mengorbankan egonya untuk kepentingan koalisi partai politik yang lebih besar.
"Beliau bisa menaruh egonya untuk kepentingan koalisi seperti saat Pilkada DKI. Ada kesan Prabowo lebih mementingkan kekompakan dibanding kepentingan politiknya," katanya.