Kematian Johannes telah dibenarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui juru bicaranya, namun belum menjelaskan lebih rinci penyebab kematiannya.
Akun twitter Johannes menelurkan kicauan pada Kamis (11/8) pukul 18.45. "The trees are on the move!" tulis pemilik akun Tweeter dengan nama @johannesmarliem seraya menyebarkan artikel dari nature.com.
[Gambas:Instagram]
Selang beberapa jam kemudian, akun Facebook-nya juga mengunggah hal yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kok bs tweeteran... ini setan nya ya.. hehehhe," tulis pemilik akun witter Rapindo Hutagalung.
"Kalian yang bilang honta hantu honta hantu, ga pernah tau kalo di Twitter bisa pasang bot apa gimana?," tulis pemilik akun Natasha.
Adapun sebagian lainnya menduga, ada pihak yang membajak akun twitter milik saksi kunci korupsi E-KTP tersebut.
Lihat juga:Saksi Kunci Kasus e-KTP Meninggal di Amerika |
Selain itu, Johannes juga aktif menulis dalam laman blog pribadinya. Artikel terakhir yang dimuat Johannes dipublikasikan pada 8 Agustus lalu, terkait korea dan revolusinya dalam teknologi robot.
Johannes Marlim adalah pemasok alat pengenal sidik jari atau automated fingerprint identification system (AFIS) ke konsorsium penggarap proyek e-KTP.
Dari tangan Johannes yang juga Direktur Biomort Lone LLC, penyidik KPK banyak mendapatkan bukti rekaman serta aliran uang e-KTP ke DPR dan pejabat Kemendagri, dari awal proyek itu.
(agi)