LDNU Jakut: Serangan ke Novel Baswedan Lukai Umat Muslim

Bimo Wiwoho , CNN Indonesia | Minggu, 13/08/2017 10:35 WIB
LDNU Jakut: Serangan ke Novel Baswedan Lukai Umat Muslim
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jakarta Utara menyatakan bahwa penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan melukai kehormatan umat muslim secara umum.

LDNU Jakarta Utara menyatakan hal tersebut terjadi karena penyerangan Novel terjadi saat dia usai melakukan ibadah salat subuh di masjid.

"Hal ini tidak hanya menjadi masalah bagi saudara Novel Baswedan pribadi, tetapi juga melukai kehormatan kaum muslim," seperti dikutip dari siaran pers yang dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Sabtu (12/8).



LDNU Jakarta Utara juga menyatakan bahwa penyerangan Novel termasuk bentuk teror terhadap kebebasan beribadah bagi setiap orang.

Menurut LDNU Jakarta Utara, kebebasan beribadah dan beragama setiap orang dilindungi oleh UUD 1945, sehingga penyerangan terhadap Novel bisa disebut sebagai penghinaan terhadap UUD 1945.

Penyerangan Novel dianggap sebagai sebuah bentuk balas dendam dari pelaku kejahatan korupsi kepada KPK. Mereka menuntut adanya percepatan pengungkapan kasus Novel yang telah memasuki 4 bulan tanpa ada titik terang.

LDNU Jakarta Utara mendesak Presiden Joko Widodo agar membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) demi mempercepat pengungkapan pelaku penyerangan Novel secepatnya.


"Kami menghargai upaya dan kinerja yang telah dilakukan Polri. Namun bahwa penanganan tersebut telah berjalan empat bulan tanpa ada titik terang, perlu menjadi perhatian presiden RI."

LDNU Jakarta Utara juga menganggap bahwa pemberantasan korupsi merupakan bentuk jihad umat muslim, sehingga perlu dilakukan.

"Pemberantasan korupsi merupakan Jihad fi Sabilillah."

LDNU Jakarta Utara mengimbau kepada pengurus masjid se-Jakarta Utara untuk waspada agar kejadian seperti penyerangan Novel tidak kembali terulang.



Ta'mir masjid diminta turut memperhatikan keselamatan jamaah dalam pelayanan keta'miran masjid.

"Misalnya dengan memberikan penerangan yang memadai, pemasangan cctv dan lain-lain."

LDNU Jakarta Utara juga meminta kepada para pemuka agama Islam Jakarta Utara untuk mendoakan kesembuhan Novel yang kini masih dalam perawatan di Singapura.