Wakil Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan, komunikasi pertama pihaknya dengan Johannes masih dalam tahap pengenalan fungsi, peranan, dan mandat yang dimiliki LPSK untuk melindungi saksi.
Ia menyebut, Johannes awalnya tidak mengetahui soal LSPK yang memiliki peranan untuk melindungi saksi dalam sebuah kasus, sehingga perlu diperkenalkan terlebih dulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah komunikasi tersebut, ia menambahkan, Johannes berkeinginan untuk mengajukan permohonnan perlindungan kepada LPSK. Kemudian, LPSK mengirimkan formulir pengajuan permohonan ke Johannes melalui email.
Menurut dia, komunikasi terakhir yang dilakukan LPSK dengan Johannes terjadi pada 31 Juli. "Saya lupa yang pertama, tapi dua minggu sebelumnya barang kali, kontak terakhir 31 Juli," ucapnya.
Johannes Marliem sempat berkomunikasi dengan LPSK terkait kekhawatirannya. (Foto: Screenshoot via Facebook/@Johannes Marliem) |
Hasto mengatakan, penawaran yang diberikan kepada LPSK terhadap Johannes dilakukan karena LPSK melihat ada risiko besar yang dihadapi Johannes dalam statusnya sebagai saksi kasus e-KTP.
Sebelum menghubungi Johannes, Hasto menyebut LPSK telah mencoba melakukan komunikasi dengan KPK untuk melakukan koordinasi terkait upaya perlindungan terhadap Johannes. Namun, kata Hasto LPSK menemui kesulitan untuk melakukan komunikasi dengan KPK.
"Kami menduga ada risiko yang dihadapi oleh orang ini (Johannes) kami segera berusaha mengontak KPK, tapi KPK sulit sekali komunikasi, lalu kami berusaha langsung, bersuaha mencari kontak yang bersangkutan," tuturnya.
Sosok Johannes Marliem menjadi pembicaraan usai diberitakan tewas di kediamannya di kawasan Los Angeles, Amerika Serikat. Dia dikabarkan bunuh diri di rumahnya, yang masuk dalam kawasan elite di sana.
Johannes Marliem sudah dua kali diperiksa penyidik KPK. Johannes sempat mengklaim memiliki bukti rekaman pembahasan proyek yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun itu.
Johannes Marliem sempat berkomunikasi dengan LPSK terkait kekhawatirannya. (Foto: Screenshoot via Facebook/@Johannes Marliem)