"Yang menyangkut masalah ekonomi, menurut saya antara angka yang disampaikan tadi itu tidak semuanya sesuai dengan kenyataan di lapangan," ujar Fadli pidato kenegaraan Jokowi dalam sidang paripurna bersama DPD dan DPR di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/8).
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menuturkan, sampai saat ini masalah kemiskinan masih banyak terjadi dan menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Permasalahan itu juga yang menyebabkan terjadinya ketimpangan perekonomian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, menanggapi soal penyataan Jokowi bahwa tidak ada kekuasaan absolut, Fadli menilai hal tersebut juga tidak tepat. Ia mengaku, Jokowi seolah tidak menyadari adanya tudingan makar dan penerbitan Perppu Ormas adalah ciri kekuasaan absolut.
Lihat juga:Jokowi Tegaskan Dukung Penguatan KPK |
"Memang betul apa yang dikatakan Pak Presiden, sejak tahun pertama hingga ketiga terus meningkatkan," ujar Puan di Gedung DPR.
Puan mengklaim, peningkatan kesejahteraan buah dari distribusi berbagai program Kartu Indonesia Sehat hingga Kartu Indonesia Pintar di berbagai daerah. Ia mengklaim, kartu itu membantu memperbaiki kesejahteraan masyarakat.
Meski masih ada permasalahan, Puan mengaku optimis di tahun mendatang semua program Jokowi akan dapat mensejahterakan rakyat.
"Jadi semakin ke depan kami berharap Indeks Pembangunan Manusia meningkat dan kemiskinan akan menurun," ujarnya.
"Begitu juga Indeks Rasio Gini Indonesia, yang mengukur tingkat kesenjangan ekonomi, terus membaik dan mencapai 0,393 di bulan Maret 2017, turun dibandingkan dengan angka bulan September 2014 yaitu 0,414," ujar Jokowi.