"Yang paling tinggi yang korupsi itu adalah yang berpendidikan S2, lebih dari 200 orang," kata Syarif di depan ratusan kepala desa berprestasi di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (16/8).
Kemudian, koruptor berpendidikan S1 atau sarjana berada di urutan kedua yakni sekitar 100 orang. Sementara itu, untuk koruptor lulusan S3 atau doktor ada di posisi ketiga dengan jumlah 53 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syarif juga mengatakan bahwa korupsi tak ada hubungannya dengan soal kemiskinan. Salah satunya, kata Syarif, gubernur dan deputi gubernur Bank Indonesia (BI) yang memiliki gaji tinggi pun sudah ada yang korupsi.
"Dan kalau bapak dan ibu lihat, yang pakai oranye di depan KPK tidak ada yang miskin. Kita lihat LHKPN hartanya, miliaran, punya tanah banyak, mobil banyak," ujarnya.
Lihat juga:Manuver Pansus Angket KPK |