Saut pun membandingkan perihal masalah yang menimpa dirinya ketika salah berbicara. Menurutnya, kala itu ia menjalani pemeriksaan internal atas tindakannya tersebut.
"Biasanya ada tim. Kalian kan tahu waktu aku salah ngomong diperiksa kan, hampir dipecat kan? Iya dong, enggak boleh dong, enggak adil. Saya salah ngomong aja mau dipecat," kata Saut usai upacara kemerdekaan Indonesia di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (17/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mencuatnya informasi pertemuan Dirdik KPK dengan anggota Komisi III muncul dalam sidang lanjutan terdakwa pemberian keterangan palsu di persidangan Miryam S Haryani, ketika jaksa penuntut umum KPK memutar rekaman video pemeriksaan.
Nama direktur yang disinyalir bertemu anggota Komisi III DPR baru diketahui setelah Miryam menyodorkan secarik kertas ke Novel, dan setelah dibaca, Novel menyebut posisi direktur.
Terlebih Miryam mengaku diminta menyiapkan uang Rp2 miliar untuk mengamankan dirinya dalam kasus korupsi tersebut.
"Jadi ketika orang membantah, kita akan cek sama yang lain. Kan itu makanya dalam satu kasus kita akan panggil sampai banyak orang. Tujuannya supaya orang bicara benar, di-kroscek, dibandingkan dengan yang lain," ujarnya.
Merdeka dari penyidik transaksional
Bertepatan dengan momentum hari ulang tahun kemerdekaan ke-72 Indonesia, Saut menginginkan lembaga antirasuah bebas dari penyidik yang memiliki konflik kepentingan dan transaksional.
Untuk itu, menurut dia pentingnya pengawasan terhadap seluruh penyidik, pegawai maupun pejabat struktural di KPK.
"Termasuk itu (penyidik transaksional). Itu makanya saya bilang, tidak ada satu institusi pun di dunia ini yang tidak di-check and balance. Semuanya harus di-check and balance," jelasnya.
"Dimana-mana pasti ada yang namanya perilaku transaksional. Oleh karena itu kita harus mengawasi pegawai KPK semua. Itu pasti," kata dia.
Saut mengungkapkan, upaya mengawasi kerja penyidiknya saat menangani sebuah kasus dilakukan pihaknya sejak awal. Menurut dia, setiap kasus yang ditangani selalu dipegang oleh banyak penyidik, bahkan ada yang sampai 17 orang.
"Maksudnya setiap orang jadi chek and balance terhadap yang lain. Iya kan. Istilahnya kalau satu masuk angin, masih ada yang lain. Kalau di tempat lain mungkin penyidiknya satu," tuturnya.