Dia menyebut kelompok tersebut akan merusak kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Menurut Ma'aruf, kerukunan antarumat beragama merupakan landasan utama dalam menjaga keutuhan dan persatuan negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ma'aruf mengungkapkan, para tokoh masyarakat dari berbagai golongan tela berjanji hidup berdampingan secara damai, gotong royong serta saling mencintai dan mengasihi dalam kehidupan antar-sesama bangsa Indonesia.
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengingatkan, karena dasar dan bentuk negara Indonesia sudah final, menjadi kewajiban bagi seluruh golongan masyarakat untuk menjaga serta merawatnya.
Dia menyerukan seluruh elemen bangsa bersatu menjaga keutuhan Indonesia dari kelompok separatis yang ingin memisahkan diri karena sampai saat ini kelompok tersebut masih merong-rong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Kita harus menjaga dari kelompok radikal, dan kita harus menjaga negara ini dari upaya pemisahan diri. Atau separatisme yang mungkin terjadi," tuturnya.
"Karena kerukunan antar umat beragama adalah unsur utama terjadinya kerukunan nasional. Karena kelompok intoleran ini lah yang akan merusak kerukunan," kata dia.
Kelompok intoleran ini, kata Ma'ruf menjadi ancaman keutuhan Indonesia lantaran mereka tidak hanya mengusik agama lain tetapi juga sesama pemeluk agama yang sama.
Tak hanya itu, Ma'aruf berharap seluruh masyarakat bersama-sama menjaga para penerus bangsa dari kerusakan moral yang datang dari luar atau dalam negeri.
"Kita juga harus bantu pemerintah dalam mewujudkan cita-cita bangsa, yaitu kesejahteraan rakyat, kedamaian, suasana yang kondusif, aman dan damai," ujarnya.
Lihat juga:Ketua MUI: Indonesia Bukan Darul Islam |