Besarnya antusias warga, kata dia, diharapkan dapat menjadi solusi nyata dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang masuk ke ibu kota setiap harinya. Terutama dari daerah-daerah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
"Jadi, rencana pembangunan elevated busway (jalan layang khusus bus Transjakarta) Ciledug-Tendean ini bukan cuma upaya perluasan layanan TransJakarta, tapi yang lebih penting adalah mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang masuk ke wilayah DKI Jakarta," kata Sigit saat dihubungi, Jumat (18/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Transjakarta Akan Buka Rute Ciledug-Ragunan |
Elevated busway baru tersebut, nantinya akan terhubung dengan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, serta enam ruas jalan tol dalam kota lainnya, yang hingga saat ini pengerjaannya masih terus dikebut.
Di sisi lain, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan, Bambang Prihartono mengungkapkan keberadaan Koridor 13 Ciledug-Tendean yang baru beroperasi sejak Minggu (13/8) lalu juga mendapat respon positif dari Pemerintah Kota Tangerang.
Bahkan Pemkot Tangerang tengah menyusun kajian terkait rencana untuk memperpanjang jalan layang Koridor 13 sampai ke Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang.
"Selama ini kan (pembangunan Koridor 13) masih jadi bagian Pemprov DKI. Setelah mulai beroperasi, ternyata sambutan dari Kota Tangerang cukup baik. Bahkan permintaan buat memperpanjang jalan layang hingga ke pusat kota Tangerang. Maka sudah tugas BPTJ untuk memfasilitasi. Nanti kami kaji lagi," ujarnya.
Keberadaan jalan layang sepanjang 9,4 kilometer ini pun disambut baik sebagian besar masyarakat, terutama masyarakat Tangerang. Sejak diujicobakan pada Minggu (13/8) lalu, sedikitnya 12.000 penumpang telah terfasilitasi.