Wimar menyebut, pertemuan dua mantan kepala negara yang terkenal akan rivalitasnya dalam politik tersebut merupakan buah dari campur tangan Jokowi.
"Pertemuan mereka, meskipun tampak canggung dan malu-malu ya hasil jerih payah Pak Jokowi, dikesampingan urusan kepentingan, tapi lihat bagaimana momen besar negara itu dijadikan Jokowi sebagai tempat pertemuan dua rival mantan kepala negara ini," kata Wimar saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (18/8) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY dan Megawati tampak berfoto bersama saat menghadiri HUT Kemerdekaan RI di Istana. (Dok: Biro Pers Setpres) |
"Kalau bicara kepentingan, tentu dia punya kepentingan, menurut saya bagus dia bergerak dari sekarang, benar itu dia mau mengeksiskan anak pertamanya di kancah perpolitikan Indonesia, tepat langkah dia itu," kata Wimar.
SBY dan Megawati bahkan saling berjabat tangan. Peristiwa itu menjadi momen langka yang menyita perhatian hadirin di Istana. Jabat tangan dua rival politik itu mencairkan suasana perhelatan meriah di Istana. (sur)
SBY dan Megawati tampak berfoto bersama saat menghadiri HUT Kemerdekaan RI di Istana. (Dok: Biro Pers Setpres)