Kapolres Mimika Ajun Komisaris Besar Victor Dean Mackbon juga mengimbau warga Timika tak terpancing isu tak jelas yang bisa memperkeruh suasana.
"Lakukan aktivitas seperti biasa, tidak usah terpancing dengan isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Kalau memang ada pihak-pihak yang mengancam segera laporkan ke polisi. Kami akan memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat," kata Victor di Timika, Senin (21/8) seperti dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum, maka mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Apa yang telah mereka lakukan merupakan perbuatan kriminal murni," katanya.
Selain itu, Ketua dan Anggota DPRD Mimika, Ketua II DPRP Papua, manajemen PT Freeport Indonesia yang diwakili oleh Executive Vice President Sony Prasetyo, bahkan juga dihadiri oleh Pangdam XVII Cenderawasih Mayor Jenderal TNI George Elnadus Supit dan Kapolda Papua Boy Rafli Amar.
"Ini merupakan langkah antisipasi mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan bersama yang dapat terjadi lagi sehingga pertemuan ini dirasa sangat penting terutama menghadirkan tokoh masyarakat, tokoh agama dan semua unsur yang ada di Mimika," kata Bupati Mimika Eltinus Omaleg kepada peserta rapat.
Tambang PT Freeport Indonesia di Timika, Papua. (REUTERS/Stringer) |
"Keamanan di Mimika tergantung kita semua termasuk tokoh-tokoh dan semua unsur elemen masyarakat yang ada tentang kesadaran akan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Kalau semua sadar maka saya rasa keamanan tidak perlu kita bahas," ujar George Elnadus.
Sementara itu Kapolda Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli menegaskan kepolisian menghormati hak semua warga negara untu mengeluarkan pendapat dan aspirasi di depan umum. Namun peristiwa kerusuhan itu menurutnya adalah tindakan kriminal.
Lihat berita sebelumnya:Dibubarkan Paksa, Karyawan Mogok Bakar Fasilitas Freeport |
"Apabila ada kelompok masyarakat menginginkan suasana di Mimika gaduh maka izinkan kami atas nama UU dan negara untuk melakukan tindakan yang lebih keras. Kita harus bersihkan kota Timika ini dari pihak-pihak yang menginginkan kehacuran sendi-sendi kehidupan masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Sony mengatakan kerugian pihaknya akibat aksi pada Sabtu lalu berada di kisaran USD3 juta (sekitar Rp42 miliar). Menurutnya, kerugian tersebut mencakup semua aset termasuk kendaraan milik perusahaan maupun milik karyawan Freeport yang ada di check point 28, gorong-gorong, dan Petrosea.
"Infrastruktur juga telah kami inventarisasi seperti sistim IT dan X-ray yang ada di gorong-gorong hancur semua dan itu mahal juga," ujarnya.
Tambang PT Freeport Indonesia di Timika, Papua. (REUTERS/Stringer)