Laporan ini merespons pertemuan Hatta dan Setnov saat sidang disertasi program doktoral politikus Golkar Adies Kadir di Universitas 17 Agustus Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu. Saat itu Setnov dan Hatta menjadi penguji sidang disertasi tersebut.
"Kami dapat informasi dari sumber bahwa sudah ada pertemuan khusus (Setnov) dengan Ketua MA (Hatta Ali) di sela-sela sidang disertasi," kata Koordinator GMPG, Ahmad Doli saat menemui Ketua Komisi Yudisial, Aidul Fitriaciada Azhari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, sepengetahuan Doli, Setnov hanya bergelar sarjana akuntansi. Seharusnya sidang disertasi diuji oleh seorang bergelar doktor.
"Kami mendatangi Ketua MA namun beliau belum bisa menerima kami sampai saat ini," ujarnya.
Menanggapi laporan GMPG, Ketua KY Aidul Fitriciada Azhari mengatakan akan memeriksa saksi dan bukti putusan hakim yang memvonis Irman dan Sugiharto sebelum memanggil Hatta dan Setnov.
Koordinator Gerakan Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia (tengah). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Doli mengatakan, ada taruhan di DPR jika Setnov bakal lolos dari sidang praperadilan. Partai Golkar saat ini tengah mempersiapkan tim hukum untuk mengajukan praperadilan Setnov sebagai tersangka dugaan korupsi KTP elektronik yang merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun itu.
"Kami dapat informasi ada anggota DPR yang berani mengajak taruhan anggota DPR yang lain dan besar, jumlahnya miliar, bahwa Pak Setya Novanto ini akan lolos melalui praperadilan," kata Doli.
Doli mengatakan, niat Setnov lolos dari praperadilan diindikasi dari pertemuan dengan Hatta Ali.
Koordinator Gerakan Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia (tengah). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)