Lukman mengatakan para jemaah haji Indonesia saat ini sudah mulai digerakkan ke Mekah sebelum puncak ibadah haji di Arafah pada 9 Zulhijah 1438 H (31 Agustus 2017).
"Jemaah akan mulai diberangkatkan dari hotel ke Arafah pada 8 Zulhijah 1438 H. Pergerakan jemaah ini akan dilakukan secara bertahap dalam tiga waktu, pagi, siang, dan sore," kata Lukman dalam rapat koordinasi Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Indonesia dengan rombongan Amirul Haj di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, Arab Saudi, Senin (21/8) lalu seperti dikutip dari situs Kemenag RI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun terkait perlindungan jemaah haji, PPIH Daerah Kerja Mekkah memperkuat personel untuk pos di Masjidil Haram. Kadaker Mekkah Nasrullah Jasam mengatakan personili Perlindungan Jemaah (Linjam) di mesjid yang menjadi tempat kiblat umat muslim itu saat ini diisi 28 tim TNI dan Polri dan 45 Tenaga Musim (temus).
Penambahan personil itu berasal dari PPIH Daker Madinah yang telah tiba di Mekkah pada akhir pekan lalu.
Dari pihak kesehatan, Humas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah mengatakan sejak Minggu hingga Selasa (22/8) pihaknya akan mensosialisasikan kriteria diagnosis safari wukuf dan badal haji ke tim kesehatan yang mendampingi jemaah.
Semua itu akan didata bersama tim dokter spesialis yang turun langsung memeriksa kondisi jemaah.
Sementara itu, badal diberikan ketika seorang jemaah haji dinyatakan tak mampu lagi melaksanakan rukun haji.
Ayesha menerangkan ada sejumlah kriteria bagi jemaah yang akan diikutkan dalam safari wukuf atau di-badalhaji-kan di antaranya gangguan jiwa berat, jantung, dan gangguan fisik yang sudah masuk level berat.
Sementara itu, per Senin (21/8) lalu jumlah jemaah Indonesia yang meninggal dunia dalam perjalanan ibadah haji di Arab Saudi bertambah delapan lagi. Jumlah itu menambah total jemaah yang wafat dalam proses perjalanan ibadah haji tahun ini mencapai 66.