Djamal menuding pengacara Elza Syarief mengarang cerita lantaran menyebut dirinya ikut menekan dan mengancam politikus Partai Hanura Miryam S Haryani.
Djamal mengaku tidak pernah ikut dalam pertemuan yang disebut Elza, untuk mengadili Miryam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka di antaranya Miryam, mantan Ketua Komisi II DPR Chaeruman Harahap, anggota DPR dari Fraksi NasDem Akbar Faisal, anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari, dan Djamal. Dalam pertemuan itu, Miryam diadili dan disebut sebagai pengkhianat.
"Saya bukan anggota DPR, saya Oktober 2014 bukan lagi anggota DPR. Lalu apa kaitannya dengan saya?" tuturnya.
Djamal hari ini diperiksa sebagai saksi kasus korupsi e-KTP, dengan tersangka Setnov.
Pria yang juga sempat menjadi pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) itu membantah pernah bertemu Setnov dalam membahas proyek e-KTP.
"Kalau ketemu SN sebagai anggota DPR ketemuan di sana, ya ketemu. Konco (teman)," kata Djamal.
Dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto, Djamal selaku Kapoksi Hanura di Komisi II DPR turut menerima uang sebesar US$37 ribu dari proyek e-KTP. Namun hal itu telah dibantah oleh Djamal usai diperiksa beberapa waktu lalu.