Menurutnya, tiga tahun lagi, kemungkinan jalur Bus TransJakarta akan 'dihapus', dan seluruh motor maupun mobil dapat melintas. Tak perlu ada larangan terhadap kendaraan roda dua atau roda empat.
Bahkan, kata Djarot, aturan ganjil-genap yang selama ini diberlakukan di sejumlah jalan protokol itu, kemungkinan juga bisa dihapus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djarot mengatakan, bayangan itu dapat terealisasi pada 2020, karena dia yakin saat itu, pembangunan transportasi umum seperti Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rapid Transit (LRT), serta pembangunan jalan layang (flyover), jalan bawah tanah (underpass) sudah rampung.
Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat membayangkan, pada tahun 2020, jalur bus Transjakarta akan dihapus. (CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil) |
"Kemudian, kendaraan enggak usah dibatas-batasi seperti itu. Ada beberapa ruas protokol kasih ERP (electronic road pricing). Otomatis mereka yang mampu silakan masuk," kata Djarot.
Meski begitu, dikatakan Djarot, bayangan ideal tersebut hanya berlaku jika perilaku masyarakat sudah siap untuk berubah, yakni beralih menggunakan kendaraan umum.
"Ketika belum seperti itu, maka pembatasan kendaraan bermotor berlaku," ujarnya.
Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat membayangkan, pada tahun 2020, jalur bus Transjakarta akan dihapus. (CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil)