Setya mengatakan sudah berbicara dengan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah selaku Ketua Tim Reformasi Penataan Kawasan Parlemen tentang hal tersebut.
Menurutnya, wacana pembangunan apartemen tidak diperlukan karena DPR telah memiliki rumah dinas di Kalibata dan Ulujami.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu alasannya, kata dia, selain karena rumah dinas di Kalibata dan Ulujami masih layak huni untuk ditempati, lokasi keduanya juga masih dalam jangkauan anggota dewan bila akan pergi ke Gedung DPR di Senayan.
"Jadi saya rasa itu kita batalkan enggak perlu ada pembangunan-pembangunan apartemen," kata Setya.
Kapasitas gedung disebut hanya mampu menampung 800-1400 orang. Hal itu pun sudah disampaikan Fahri kepadanya, dan akan dipertimbangkan kembali.
"Itu disampaikan kepada saya minta dipertimbangkan untuk bisa dipertimbangkan lagi," ucapnya.
Wacana pembangunan apartemen di dalam kompleks parlemen dilontarkan Fahri Hamzah seiring rencana pembangunan gedung baru DPR senilai Rp601 miliar.
Fahri menilai, pembangunan apartemen itu akan memperpendek jarak tempuh anggota DPR sekaligus menghemat anggaran.