Merespons itu, Khofifah menyatakan siap maju dalam Pilgub Jatim bila mengantongi dukungan dan persetujuan Presiden Jokowi.
"Etikanya seperti itu," kata Khofifah di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (23/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin menyampaikan jangan sampai ada kerja yang tereduksi oleh proses politik di Jawa Timur," tutur Ketua Muslimat Nadhlatul Ulama ini.
"Sudahlah teman-teman. Bayangkan, sepadat ini tugas presiden masa saya harus mengkomunikasikan sesuatu di luar tugas dan fungsi," ucapnya.
Pertemuan tersebut bertepatan dengan mencuatnya isu soal rencana Khofifah maju dalam Pilgub Jatim. Belakangan dikabarkan, Khofifah akan mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Jokowi.
Juru bicara Kepresidenan Johan Budi membenarkan pertemuan awal Agustus itu, namun ia tak tahu apakah pertemuan itu terkait rencana Khofifah maju di Pilgub Jatim 2018.
"Iya minta waktu. Nah, detail apakah membahas Pilgub saya kurang tahu," kata Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (23/8).
"Iya minta waktu. Nah, detail apakah membahas Pilgub saya kurang tahu," kata Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (23/8).