Selain Tony, KPK pun menetapkan diduga pelaku suap, Komisaris PT Adhiguna Keruktama, Adiputra Kurniawan.
Tonny diduga menerima suap dari Adiputra terkait perizinan pengerukan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah. Tonny diduga menerima duit pelicin sebanyak Rp20,74 miliar dalam bentuk mata uang rupiah dan asing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Sebelumnya pria dengan gelar akademis insinyur teknik geodesi dari Universitas Gajah Mada itu adalah Staf Ahli Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Transportasi.
Pada tahun yang sama, Tonny pun pernah menjabat Direktur Pelabuhan dan Pengerukan (2015) dan Direktur Kenavigasian (2012-2015).
Jabatan direktur itu ia peroleh setelah berpetualang sebagai kepala unit pelaksana teknis (UPT) Dirjen Hubla di bidang kenavigasian. Salah satu di antaranya ia pernah menjabat Kepala Distrik Navigasi Kelas I Samarinda (2010-2012) dan Kepala Distrik Navigasi Kelas I Surabaya (2009-2010).
Kariernya terus menanjak hingga menjadi Kepala Disnav Kelas I Surabaya pada 2009. Setelah menjadi kepala di Samarinda, Tonny kembali ke Jakarta menjadi Direktur Kenavigasian pada 2012.
Dikutip dari situs Kementerian Perhubungan, Tonny pernah mendapatkan berbagai penghargaan dalam pengabdiannya. Ia pernah mendapat penghargaan Satya Lancana Karya Satya 10 Tahun pada 2000 dan Satya Lancana Karya Satya 20 Tahun pada 2007.
Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)