Penilaian itu disampaikan Tjahjo menyikapi kemungkinan JK akan bertarung kembali atau mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019.
"Mungkin Pak JK tidak maju lagi mungkin, beliau akan siap menjadi ketua timsesnya misalnya begitu. Saya pribadi kalau bisa Pak JK ketua timsesnya," ujar Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (29/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harapan Tjahjo disampaikan setelah mendengar instruksi Presiden Joko Widodo agar menteri dan jajaran pemerintahan mendatang tak lagi mengecewakan masyarakat terutama jelang tahun politik.
Sebab itu, Tjahjo mengatakan, para menteri harus berhati-hati terutama dalam membuat kebijakan agar tidak memicu gejolak masyarakat.
Posisi Wapres
Posisi wakil presiden dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam tawar menawar mendatang.
Tjahjo menyadari, koalisi yang ada saat ini bisa tak sepenuhnya mendukung Jokowi kembali karena permasalahan posisi Wapres.
"Semua partai pendukung itu kan bargaining-nya bagaimana bisa dapat wapres. kan wapresnya hanya satu," tutur Tjahjo.
Biasanya, tawar menawar diubah dengan kemungkinan mengisi kursi-kursi menteri atau bahkan membentuk koalisi baru. Seperti saat ini, pemerintahan Jokowi didukung PDI Perjuangan, Golkar, PAN, PPP, PKB, Nasdem, dan Hanura. Setiap partai itu memiliki perwakilan di Kabinet Kerja.