Pria Bugil Gunakan Sabu, Anggap Istana adalah Katedral

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Rabu, 30/08/2017 17:14 WIB
Pria Bugil Gunakan Sabu, Anggap Istana adalah Katedral Pria bugil yang hendak menerobos istana potifi menggunakan sabu. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pria berinisial BS yang hendak menerobos Istana Merdeka, Senin (28/8) lalu, mengaku mengonsumsi sabu. Akibat terpengaruh sabu, BS berhalusinasi dan menganggap istana adalah Gereja Katedral.

Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Suyudi Ario Seto mengatakan BS memakai sabu bersama temannya. Saat ini, teman-teman BS telah diamankan di Mapolres Jakarta Pusat.

"Diakui BS, (memakai sabu) bersama teman-temannya berlima. Di salah satu kost di daerah Pasar Baru," kata Suyudi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (30/8).
Suyudi merinci, ada empat orang yang menggunakan sabu bersama BS, yakni D, AM, V dan M.


Mereka mengaku memakai sabu sebanyak 1 gram pada Senin (28/8) subuh.

Sabu tersebut diperoleh dari seseorang berinisial BM yang saat ini masih dalam pengejaran polisi.

"BM ini sedang kami kejar. Itu (sabu) dia beli 1 gram harganya Rp500 ribu," kata Suyudi.
Menurut pengakuan BS kepada polisi, dia sebenarnya sudah dua tahun berhenti memakai sabu setelah sebelumnya menjadi pengguna narkotik itu. Saat berusaha menerobos Istana, ia baru kembali mengonsumsi sabu.

Suyudi mengatakan, BS sempat berhalusinasi dan setengah sadar usai mengonsumsi sabu.

Ia kemudian berjalan menuju Istana Merdeka. Dalam bayangannya, Istana adalah Gereja Katedral. BS ingin ke Katedral karena ingin menikah di sana.

"Dia ingin menikah di gereja kemudian sampainya ke sana (Istana Merdeka). Dia pikir dia harus masuk ke dalam sana untuk melangsungkan pernikahan," kata Suyudi.

Suyudi mengatakan untuk BS dijerat dengan Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Jika tidak ada barang bukti maka akan dilakukan rehabilitasi.