"Kalau benar pimpinan KPK tidak mengizinkan dan dirdik tetap datang, berarti dia telah melanggar SOP dan kode etik KPK," kata Abdullah saat dikonfirmasi lewat pesan singkat oleh CNNIndonesia.com, Kamis (31/8).
Merespons tindakan Aris itu, Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP) KPK langsung menggelar sidang kemarin. Namun pimpinan KPK belum mengetahui hasil dari sidang DPP terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan Aris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Abdullah, setiap polisi dan jaksa yang ditugaskan di KPK, mereka untuk sementara diberhentikan di instansinya masing-masing. Sehingga jelas, mereka adalah pegawai KPK yang tanggung jawabnya ke KPK.
"Agar tidak terjadi kesimpang-siuran informasi di masyarakat, PI segera melakukan klarifikasi terhadap dirdik agar dapat diketahui duduk persoalan yg sebenarnya," tuturnya.
Mengenai aturan perilaku dan kode etik diatur dalam Peraturan KPK Nomor 7/2013 tentang Nilai-Nilai Dasar Pribadi, Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.
Aris Budiman datang ke rapat Pansus Angket KPK tanpa seizin pimpinan KPK. Jenderal bintang satu itu mengakui dirinya melanggar perintah pimpinan KPK. Bahkan, menurut dia, dirinya baru pertama kali membantah atasan selama bertugas.
Tak cuma itu, Aris juga membeberkan kepada Pansus Hak Angket KPK soal friksi di tubuh lembaga antirasuah. Aris mengungkapkan salah satu friksi yang menerpanya terkait dengan penambahan penyidik di KPK.
Atas langkahnya hadir di Pansus Angket KPK, Aris kini menghadapi dugaan pelanggaran. DPP KPK sudah menggelar sidang, menindaklanjuti tindakan insubordinasi atau tidak patuh terhadap atasan yang dilakukan Aris.
Selain dugaan pelanggaran itu, Aris juga tengah menghadapi pemeriksaan internal terkait dugaan pertemuan dengan anggota Komisi III DPR. Dirinya dan dua penyidik lainnya sudah diminta keterangan ataa dugaan pertemuan itu.