Di balik jeruji yang mengurungnya di Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, bekas Gubernur DKI Jakarta itu menulis testimoni atau curahan hati tentang program Mata Najwa.
"Saya termasuk yang sering diundang di acara Mata Najwa (Ge'er sedikit). Yang pasti banyak pendukung jadi pro dan kontra jika saya hadir," tulis Ahok dalam testimoni yang ia unggah di akun halaman Facebook Basuki Tjahaja Purnama yang telah terverifikasi, Kamis (31/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena Najwa akan bertanya dengan tajam dan akan memancing atau 'memojokkan' kita yang dikhawatirkan memberi kesan kita salah atau bohong."
Apa yang dilakukan Nana, menurut Ahok, bentuk profesionalismenya sebagai jurnalis dan presenter.
"Nana hanya ingin pemirsanya mendapatkan kebenaran dari pertanyaan-pertanyaannya yang tajam. Tentu saja dengan tatapan Mata Najwa yang khas," tulis Ahok yang divonis dua tahun penjara setelah terbukti bersalah melakukan penodaan agama.
Testimoni Ahok mengenai program Mata Najwa. (Screenshoot via Facebook/@AhokBTP) |
Ia juga mengungkapkan rahasia menghadapi pertanyaan tajam Nana di program tersebut.
"Hanya satu kuncinya, kita harus jawab sesuai dengan yang ada di hati/nurani, mulut dan otak harus sama," kata Ahok.
"Di situ Nana dan penonton akan terima semua jawaban kita."
Najwa Shihab mengumumkan berakhirnya talk show itu di akun Instragramnya beberapa waktu lalu.
Program Mata Najwa pertama kali ditayangkan pada 25 November 2009 dan sudah menyelesaikan 511 episode.
Episode bertajuk Catatan Tanpa Titik yang tayang pada Rabu (30/8) menjadi episode terakhir Mata Najwa.
Tak hanya mengakhiri Mata Najwa, Nana juga memutuskan mundur sebagai jurnalis Metro TV. Ahok mendoakan Najwa terkait keputusannya itu.
"Saya doakan Nana sukses dan penuh sukacita di mana pun dia berkarya. Tuhan memberkatimu, Nana," tulis Ahok mengakhiri testimoninya. (asa)
Testimoni Ahok mengenai program Mata Najwa. (Screenshoot via Facebook/@AhokBTP)