Tiga kantor pemerintah yang dibakar massa adalah Dinas Kesehatan, kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Badan Keuangan serta Aset Daerah.
Pelakunya diduga dilakukan oleh massa pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut dua Yulius Yapugauw-Yunus Kalabetme, yang tidak puas dengan putusan Mahkamah Konstitusi memenangkan pasangan petahana nomor urut tiga, Natalis Tabuni-Yan Robert Kobogoyauw.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak ada korban jiwa dalam aksi pembakaran tersebut, namun Kamal menegaskan pembakaran fasilitas negara tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun.
Terkait aktivitas Bandara Biloray, Kamal mengatakan sampai saat ini bandara masih lumpuh total akibat jalan menuju Bandara dipalang oleh massa.
"Bila berlarut ini bisa mengancam masyarakat Sugapa dalam memenuhi kebutuhannya, misalnya pangan dan kesehatan," katanya.
Menurutnya, semua pasangan calon dan tim sukses harus membantu aparat keamanan dalam mewujudkan kedua hal ini demi melancarkan proses pembangunan Sugapa.
"Bantu menahan terjadinya mobilisasi massa yang merugikan semua pihak. Apabila konflik terjadi maka pembangunan Sugapa akan lebih lama," tuturnya.
Aparat memdamkan api yangmembakar salah satu kantor pemerintah di Kabupaten Intan Jaya, Papua. (Dok. Humas Polda Papua) |
Majelis hakim MK dalam keputusannya pada Selasa (29/8) menetapkan Pilkada Intan Jaya dimenangkan oleh pasangan nomor urut tiga Naftalis Tabuni-Yan Robert Kobogoyauw.
Pasangan tersebut ditetapkan sebagai Bupati-Wakil Bupati Intan Jaya terpilih periode 2017-2021.
Aparat memdamkan api yangmembakar salah satu kantor pemerintah di Kabupaten Intan Jaya, Papua. (Dok. Humas Polda Papua)