Menurut Yorrys pemecatan Ahmad Doli menunjukkan seakan Golkar mengulang kebiasaan buruk.
"Aksi pecat-memecat justru membuat Partai Golkar semakin terpuruk. Perilaku tersebut menunjukkan Partai Golkar kembali mempraktikkan tabiat masa lalunya," kata Yorrys dalam keterangan tertulis yang diterima CNN Indonesia.com, Minggu (3/9).
Lihat juga:Golkar Pecat Ahmad Doli Kurnia |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukankah suara-suara GMPG selama ini masih tetap berada dalam koridor kepartaian? Tidakkah aksi-aksi politik GMPG adalah sebentuk kegelisahan kader muda tentang suasana kepartaian yang seakan menutup mata terhadap realitas yang sedang melingkupinya?" kata dia.
"Sebagai Pengurus DPP Partai Golkar, saya pun bertanya-tanya, atas dasar apa pemecatan tersebut dikeluarkan menjadi kebijakan DPP Partai Golkar," kata dia.
Menurutnya, bukankah Partai Golkar memiliki mekanisme yang panjang dalam proses pengambilan keputusan. "Apalagi terkait penghilangan hak sebagai anggota partai," katanya.
Lihat juga:Ahmad Doli Tak Habis Pikir Dipecat Golkar |
Tidak hanya itu, sesuai amanat Pasal 3 Peraturan organisasi, potensi pelanggaran berat yang melahirkan sanksi pemecatan sejatinya dilakukan melalui investigasi khusus, bukan berdasarkan subjektivitas semata.
Dikatakan Yorrys, kritik yang dilancarkan kader muda Golkar tidak terlepas dengan kondisi kepartaian yang cenderung abai, buta dan tuli dengan kenyataan yang mendera partai.
"Kita sepatutnya berterima kasih kepada sekumpulan kader muda yang lepas dari berbagai kepentingan elitis, senantiasa menyuarakan idealismenya, meski memekakkan telinga sebagian pihak," katanya.
Dia pun heran dengan sikap diam elite Golkar terhadap kondisi Golkar, padahal sejumlah petinggi Golkar tersangkut masalah dan tidak mendapat sanksi dari partai.
Sebut saja, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, yang diduga terlibat korupsi e-KTP dan menyandang status sebagai tersangka. Selain itu, Wali kota Tegal, Siti Masitha. Sebelumnya, KPK juga telah menahan Fahd A Arafiq, Markus Nari serta Ridwan Mukti dana kasus korupsi.
"Apakah mereka lebih bersikap disiplin dibandingkan kader muda tersebut?" ujar Yorrys.