Protes Semen Indonesia, Kartini Kendeng Aksi di Depan Istana

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Senin, 04/09/2017 12:26 WIB
Aksi ini merupakan bentuk protes atas tindakan PT Semen Indonesia Tbk (Persero) yang tidak menaati hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis tahap I. Aksi ini merupakan bentuk protes atas tindakan PT Semen Indonesia Tbk (Persero) yang tidak menaati hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis tahap I. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah petani perempuan Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah, kembali melakukan aksi protes di depan istana negara, Jakarta, Senin (4/9). Kali ini mereka melakukan aksi dengan memasang tenda yang terbuat dari terpal warna biru di halaman silang Monas.

Menggunakan peralatan seadanya, para petani memegang tiang bambu sebagai penyangga tenda. Sementara sebuah spanduk bertuliskan 'Semen Indonesia dan Penambang Lainnya Menghancurkan Sumber Kehidupan di Pegunungan Kendeng' dibentangkan tepat di depan tenda.

Aksi ini merupakan bentuk protes atas tindakan PT Semen Indonesia Tbk (Persero) yang tidak menaati hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) tahap I yang menyebutkan kawasan cekungan air tanah (CAT) di Watuputih tidak boleh ditambang sampai hasil KLHS tahap II dikeluarkan.
"Sejak April 2017 KLHS menyatakan kawasan CAT tidak boleh ditambang, tapi pabrik semen masih ngotot hingga menimbulkan kerusakan," ujar salah seorang petani, Sukinah.


Padahal, menurutnya, PT Semen Indonesia telah menyepakati perjanjian untuk tidak melakukan kegiatan penambangan di kawasan CAT. "Tapi ternyata tidak dipatuhi," ucap Sukinah.

Minta Sikap Jokowi

Sukinah juga meminta Presiden Joko Widodo menindak PT Semen Indonesia karena melanggar perjanjian yang telah disepakati. Sebab, sejak pelarangan penambangan di kawasan CAT itu terjadi berbagai aksi tak menyenangkan yang dialami petani Pegunungan Kendeng.

"Tenda perjuangan ibu-ibu dibakar orang tak bertanggung jawab. Sudah dilaporkan ke polisi dan cukup bukti tapi tidak ditindaklanjuti sampai sekarang," katanya.

Aksi ini rencananya akan dilakukan hingga pukul 17.00 WIB sore nanti. Para petani Pegunungan Kendeng akan bertahan hingga Presiden Jokowi maupun pihak istana memberikan jawaban terkait permasalahan tersebut.
Sebelumnya, tim Pelaksana KLHS telah merekomendasikan penambangan di CAT Watuputih belum dapat dilakukan, hingga ada keputusan status CAT itu dapat ditambang atau tidak.

KLHS dibagi menjadi dua yakni KLHS Tahap I mencakup zona Rembang (CAT Watuputih) dan Tahap II mencakup keseluruhan pegunungan Kendeng yang melintasi tujuh kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur. (asa)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK