Suporter Timnas Tewas, Wali Kota Bekasi Salahkan Panitia

Oscar Ferry, CNN Indonesia | Senin, 04/09/2017 13:04 WIB
Suporter Timnas Tewas, Wali Kota Bekasi Salahkan Panitia Wali Kota Bekasai menilai masih ada kelemahan dari segi konstruksi pagar stadion. Kelemahan itu yang jadi celah untuk menyelundupkan barang terlarang. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, panitia dan tim keamanan menjadi pihak yang bertanggung jawab atas insiden petasan nyasar hingga menewaskan seorang penonton, Catur Juliantono, pada laga persahabatan Tim Nasional Indonesia melawan Fiji, Sabtu (2/9) di Stadion Patriot Chandrabhaga.

"Stadion ini dibangun untuk kepentingan masyarakat, sehingga bukan stadionnya yang dipersalahkan, namun panitia dan tim keamanannya yang lengah," katanya di Bekasi, Senin (4/9) dikutip Antara.
Menurut dia, insiden yang menewaskan Catur Juliantono akibat petasan nyasar di Stadion Patriot Chandrabhaga, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, merupakan sebuah konsekuensi dari jalannya pertandingan.

Namun Rahmat juga mengakui bahwa ada kelemahan dari segi konstruksi pagar stadion seharga Rp4,5 miliar itu dengan adanya celah yang memungkinkan oknum menyelundupkan barang terlarang ke dalam stadion.
"Ini evaluasi kami. Ke depan jangan ada lagi celah di sekitar pagar stadion. Kami siapkan tempat-tempat sampahnya dan petugas pun diintensifkan untuk awasi potensi penyelundupan barang ke dalam stadion," katanya.

Catur Juliantono tewas usai terkena petasan yang dilempar oleh penonton.
Petasan yang mengenai Catur berasal dari arah tribun selatan, tepatnya dari belakang gawang. Sementara Catur berada di tribune timur bersama keluarganya.

Catur menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan ke Rumah Sakit Mitra Bekasi Barat. Dia mengalami luka parah di bagian wajah sebelah kiri.