"Menjatuhkan pidana oleh karenanya terhadap terdakwa Kamaludin oleh karenanya, penjara selama tujuh tahun dan pidana denda Rp200 juta subsidier dua bulan kurungan," kata ketua majelis hakim Nawawi Pomolango di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (4/9).
Kamaludin terbukti menerima uang sebesar US$40 ribu dari pengusaha daging Basuki Hariman dan sekretarisnya Ng Fenny. Total uang yang diterimanya sebesar US$50 ribu, namun US$10 diserahkan kepada Patrialis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam hal terdakwa tak miliki harta benda tersebut maka diganti dengan pidana penjara enam bulan," kata hakim Nawawi.
Sementara itu, untuk hal yang meringankan, Kamaludin dinilai hakim berlaku sopan dalam persidangan, menunjukan penyesalan atas perbuatannya, belum pernah dihukum, mengaku terus terang sehingga memperlancar jalannya pemeriksaan perkara.
"Dan terdakwa mempunyai tanggungan keluarga," tutur hakim Nawawi.
Vonis untuk Kamaludin itu lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum KPK. Sebelumnya Kamaludin dituntut delapan tahun penjara.
Sementara itu, Patrialis sudah divonis hakim. Mantan politikus PAN itu divonis delapan tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan.